Thursday, May 23, 2013

Laporan Rugi-Laba, Neraca, dan Arus Kas



1.      Laporan Rugi-Laba, Neraca, dan Arus Kas
1.1  Laporan Laba-Rugi
o  Laporan laba-rugi adalah laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode tertentu. Laporan ini menyediakan informasi kepada investor dan kreditor untuk membantu mereka meramalkan jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan.
o  Keterbatasan laporan laba-rugi adalah : (1) laporan itu tidak memuat banyak pos yang member kontribusi terhadap pertumbuhan dan kesehatan perusahaan secara umum; (2) angka laba sering dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan; (3) ukuran laba merupakan sudjek estimasi.
o  Unsur laporan laba-rugi yaitu pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian.
o  Laporan laba-rugi bentuk langsung, hanya ada 2 pengelompokan yaitu pendapatan dan beban. Beban dikurangi dari pendapatan untuk menghitung laba atau rugi bersih dari pengurangan tunggal. Sering kali pajak penghasilan dilaporkan secara terpisah sebagai pos terakhir sebelum laba bersih.
o  Laporan laba-rugi bertahap memperlihatkan 2 klasifikasi tambahan : (1) pemisahan hasil operasi yang diperoleh melalui aktivitas sekunder atau nonoperasi perusahan; (2) klasifikasi beban menurut fungsi, seperti perdangan atau menufaktur, penjualan, dan administrasi.
o  Laporan laba-rugi ringkas mencantumkan total kelompok beban, dan menyusun skedul beban tambahan.
o  Keuntungan atau kerugian tidak biasa atau pos-pos yang tidak berulang umumnya ditutup ke ikhtisar laba-rugi dan dicantumkan dalam laporan laba-rugi. Pos-pos ini diperlakukan dalam laporan laba-rugi sebagai berikut : (1) operasi yang dihentikan dari komponen bisnis diklasifikasikan sebagai pos terpisah, setelah operasi berlanjut. (2) pos-pos tidak biasa, material dan jarang terjadi ynagberbeda secara signifikan dan aktivitas bisnis normal perusahaan diperlihatkan dalam suatu bagian pos luar biasa terpisah di bawah operasi yang dihentikan. (3) pos-pos lainnya yang berjumlah material, yang bersifat tidak biasa atau tidak berulang dan tidak dipandang sebagai pos luar biasa, juga diungkapkan secara terpisah sebagai bagian dari operasi berlanjut. Perubahan prinsip akuntansi dan koreksi kesalahan disesuaikan melalui laba ditahan.
o  Membuat laporan laba ditahan harus mengungkapkan laba atau rugi bersih, dividen, penyesuaian karena perubahan prinsip akuntansi, koreksi kesalahan, dan pembatasan laba ditahan.





2.2  Laporan neraca dan arus kas
·      Neraca melaporkan aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham perusahaan bisnis pada tanggal tertentu. Kegunaan neraca adalah memnyediakan informasi mengenai sifat dan jumlah investasi dalam sumber daya perusahaan, kewajiban kepada kreditor, dan ekuitas pemilik.
·      Neraca member kontribusi pada pelaporan keuangan karena menyediakan dasar bagi (1) perhitungan tingkat pengembalian, (2) pengevaluasian struktur modal perusahaan, (3) penilaian likuiditas, solvensi, serta fleksibilitas keuangan perusahaan.
·      Keterbatasan neraca : (1) neraca tidak mencerminkan nilai wajar karena akuntan telah mengadopsodasar biaya historis dalam menilai dan melaporkan aktiva serta kewajiban. (2) pertimbangan dan estimasi harus digunakan dalam menentukan jumlah tertentu, seperti ketertagihan piutang danmasa manfaat aktiva berwujud serta tidak berwujud jangka panjang. (3) neraca mengbaikan banyak pos yang memiliki nilai keuangan bagi perusahaan tapi tidak dapat dicatat secara obyektif, seperti SDM, basis pelanggan, dan reputasi.
·      Klasifikasi utama dalam neraca padasisi aktiva adalah aktiva lancar; investasi jangka panjang; properti, pabrik, dan peralatan; aktiva tak berwujud; dan aktiva lainnya. Klasifikasi utama kewajiban adalah kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. Dalam suatu korporasi, ekuitas pemilik umumnya diklasifikasikan sebagai modal saham, modal disetor tambahan, dan laba ditahan.
·      Aktiva lancar adalah kas, dan aktiva lainnya yang diharapkan akan dapat dikonversi menjadi kas, dijual, atau dikonsumsi dalam 1 tahun atau dalam 1 siklus operasi, tergantung mana yang paling lama. Pos penting dalam aktiva lancar yaitu kas dan ekuivalen kas, investasi jangka pendek, piutang, persediaan, beban dibayar dimuka.
·      Format laporan menampilkan kewajiban dan ekuitas pemegang saham langsung dibawah aktiva pada halaman yang sama. Format akun menampilkan aktiva menurut kelompoknya pada sisi kiri dan kewajiban serta ekuitas pemegang saham menurut kelompoknya pada sisi kanan.
·      Ada empat jenis informasi yang biasanya melengkapi judul-judul akun dan jumlah yang disajikan dalam neraca adalah : (1) kontijensi : kejadian material yang meimiliki hasil akhir yang tidak pasti. (2) kebijakan akuntasi : penjelasan mengenai metode penilaian yang diguanakan / asumsi dasar yang dibuat menyangkut penilaian persediaan, metode penyusutan, investasidalam anak perusahaan, dan lain-lain. (3) situasi kontraktual : penjelasan mengenai pembatasan atau ketentuan yang dikaitkan dengan aktiva spesifik atau kewajiban. (4) nilai wajar : pengungkapan yang terkait dengan nilai wajar terutama yang terkait dengan instrumen keuangan.


2.3     Laporan Arus Kas
§  Tujuan utama arus kas adalah menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan kas dan pengeluaran kas selama suatu periode. Pelaporan sumber daya, penggunaan, dan kenaikan atau penurun bersih kas akan memungkinkan investor, kreditor, serta pihak-pihak lain mengetahui apa yang terjadi pada sumber daya perusahaan yang paling likuid.
§  Penerimaan kas dan pengeluaran kas selama suatu peride diklasifikasikan dalam laporan arus kas menjadi 3 aktivitas : (1) aktivitas operasi : meliputi pengaruh kas dari transaksi ynag digunakan dalam penentuan laba bersih. (2) aktivitas investasi : meliputi penyediaan dan penagihan pinjaman serta pembalian dan pelepasan investasi, serta property, pabrik, dan peralatan. (3) aktivitas pembiayaan : melibatkan pos-pos kewajiban dan ekuitas pemilik serta meliputi perolehan modal dari pemilik dan penyediaan pengembalian atas investasinya kepada mereka serta peminjaman uang dari kreditor dan pelunasannya.
§  Informasi yang dibutuhkan untuk membuat laporan arus kas biasanya berasal dari neraca komparatif, laporan laba-rugi berjalan, dan data transaksi  terpilih. Langkahnya : (1) menetukan kas yang disediakan oleh aktivitas operasi. (2) menentukan kas yang disediakan oleh atau digunakan dalam aktivitas investasi pembiayaan. (4) merekonsiliasi perubahan kas dengan saldo kas awal tahun dan saldo kas akhir tahun.
§  Memahami kegunaan laporan arus kas. Para kreditor akan memeriksa laporan arus kas secara hati-hati karena mereka mengkhawatirkan kemampuanperusahaan untuk melunasi pinjaman. Arus kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi dalam kaitannya dengan kewajiban perusahaan sangat membantu dalam melakukan penilaian ini. Selain itu, jumlah arus kas bebasjuga menyediakan gambaran yang lebih baik kepada kreditor dan pemegang saham tentang fleksibilitas keuangan perusahaan.